Dua tahun bukan waktu yang sebentar.di mana cinta kita dulu yang hangat seperti secangkir cappucino yang di minum di pagi hari? entahlah Mungkin sudah dingin.........
Masih ingatkah kamu saat pertama kali aku menyatakan cinta kepadamu? Saat itu aku masih malu-malu dan sedikit ragu apakah kamu mau menerima cintaku.
Begitu besar rasa cintaku sehingga aku bisa mengenyampingkan semuanya itu hanya untuk satu alasan,AKU CINTA KAMU.
Hari-hariku begitu bermakna di mana di setiap waktuku selalu ada kamu.suaramu, dan celoteh riangmu.
Sampai pada akhirnya jarak dan waktu mulai ikut mengambil alih hubungan kita berdua,ya..aku dan kamu.
Saat itu kamu begitu banyak mengajukan pertanyaan..."Apakah kita mampu melewati semua ini di mana jarak dan waktu sebagai pemisah kita di dua kota yang berbeda?"
Dan Bla..bla..bla...bla..
Lalu aku menjawab"Kunci utama dalam suatu hubungan adalah kepercayaan".aku mulai melihat wajahmu dan kamu hanya memilih diam.
Seperti ada gambaran ketidak percayaan di dalam dirimu.Begitu banyak penjelasan ku berikan hingga akhirnya kamu percaya padaku.
Aku ini lelaki dan aku bukan pecundang.aku selalu berusaha menepati janji meski terkadang kamu merasa tersakiti.
Ketika jarak sudah berbicara,maka kehendakku apa gunanya?
aku seperti lelaki tolol,yang tidak bisa selalu berada di dekatmu ketka kamu sedih maupun senang.
Saat pipimu mulai di basahi air mata,maka Butuh lebih dari sekedar tisu untuk mengeringkan airmatamu.kamu butuh aku asal kamu tau itu..
Tapi lagi-lagi aku menyalahkan waktu,waktu sudah mengeksekusi hubungan kita berdua
ingin rasanya mengulang,kembali memutar waktu mengulang masa-masa indah itu
Tapi apa daya,kehendak Tuhan tak bisa di bajak.Apa perlu aku juga menyalahkan Tuhan?
Tuhan....aku tau di balik semua jalan cerita cintaku,engkau telah menjanjikan hal yang baik terhadapku.
Dan aku hanya mampu berdoa menanti secercah harapan dari setiap Doaku.
Tuhan..Bagaimana kabarnya sekarang? jaga dia Tuhan selalu bimbing dia di jalanmu.tolong ingatkan padanya kalau di sini aku menunggu.
Tuhan sampaikan maafku padanya,tolong kirim maafku melalui malaikat kecilmu.Katakan padanya "maaf sudah membuatmu menunggu"
Tuhan tolong juga katakan padanya aku di sini baik-baik saja.aku masih sama seperti dulu saat pertama mencintaimu.
Terimakasih Tuhan,karena engkau sudah membantuku.dan..o iya tuhan ada satu lagi pintaku,tolong bantu aku memperjelas hubungan ini,Sebelum ada yang terhenti tanpa diakhiri.
Tuhan ini semua salahku.sikapku yang sudah merubah semuanya menjadi samar seperti hantu.
sikapku juga yang seperti angin yang meniup cappucino menjadi dingin sebelum di minum ketika hangat.
Tuhan bantu aku agar dia percaya padaku.
Masih ingatkah kamu saat pertama kali aku menyatakan cinta kepadamu? Saat itu aku masih malu-malu dan sedikit ragu apakah kamu mau menerima cintaku.
Begitu besar rasa cintaku sehingga aku bisa mengenyampingkan semuanya itu hanya untuk satu alasan,AKU CINTA KAMU.
Sampai pada akhirnya jarak dan waktu mulai ikut mengambil alih hubungan kita berdua,ya..aku dan kamu.
Saat itu kamu begitu banyak mengajukan pertanyaan..."Apakah kita mampu melewati semua ini di mana jarak dan waktu sebagai pemisah kita di dua kota yang berbeda?"
Dan Bla..bla..bla...bla..
Lalu aku menjawab"Kunci utama dalam suatu hubungan adalah kepercayaan".aku mulai melihat wajahmu dan kamu hanya memilih diam.
Seperti ada gambaran ketidak percayaan di dalam dirimu.Begitu banyak penjelasan ku berikan hingga akhirnya kamu percaya padaku.
Aku ini lelaki dan aku bukan pecundang.aku selalu berusaha menepati janji meski terkadang kamu merasa tersakiti.
Ketika jarak sudah berbicara,maka kehendakku apa gunanya?
aku seperti lelaki tolol,yang tidak bisa selalu berada di dekatmu ketka kamu sedih maupun senang.
Saat pipimu mulai di basahi air mata,maka Butuh lebih dari sekedar tisu untuk mengeringkan airmatamu.kamu butuh aku asal kamu tau itu..
Tapi lagi-lagi aku menyalahkan waktu,waktu sudah mengeksekusi hubungan kita berdua
ingin rasanya mengulang,kembali memutar waktu mengulang masa-masa indah itu
Tapi apa daya,kehendak Tuhan tak bisa di bajak.Apa perlu aku juga menyalahkan Tuhan?
Tuhan....aku tau di balik semua jalan cerita cintaku,engkau telah menjanjikan hal yang baik terhadapku.
Dan aku hanya mampu berdoa menanti secercah harapan dari setiap Doaku.
Tuhan..Bagaimana kabarnya sekarang? jaga dia Tuhan selalu bimbing dia di jalanmu.tolong ingatkan padanya kalau di sini aku menunggu.
Tuhan sampaikan maafku padanya,tolong kirim maafku melalui malaikat kecilmu.Katakan padanya "maaf sudah membuatmu menunggu"
Tuhan tolong juga katakan padanya aku di sini baik-baik saja.aku masih sama seperti dulu saat pertama mencintaimu.
Terimakasih Tuhan,karena engkau sudah membantuku.dan..o iya tuhan ada satu lagi pintaku,tolong bantu aku memperjelas hubungan ini,Sebelum ada yang terhenti tanpa diakhiri.
Tuhan ini semua salahku.sikapku yang sudah merubah semuanya menjadi samar seperti hantu.
sikapku juga yang seperti angin yang meniup cappucino menjadi dingin sebelum di minum ketika hangat.
Tuhan bantu aku agar dia percaya padaku.
Yogyakarta,18-12-2012


Posting Komentar